Banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam dan di luar tubuh Anda selama hamil. Ini termasuk berbagai perubahan pada kulit selama kehamilan yang terjadi di area seputar perut maupun bagian tubuh lainnya.
Selama kehamilan, Anda mungkin mengalami stretch mark, perubahan warna kulit saat hamil, bercak, lecet, pembuluh darah pecah, hingga kulit gatal atau sensitif.
Perubahan kadar hormon dan sistem kekebalan tubuh Anda merupakan salah satu penyebab utamanya. Kebanyakan perubahan pada kulit selama kehamilan akan hilang setelah kelahiran dan Anda mulai merawat bayi yang baru lahir.
Beberapa perubahan kulit, seperti stretch mark dan pigmentasi tertentu dapat menurun dalam keluarga. Jika ibu atau saudara Anda mengalaminya saat hamil, Anda mungkin juga akan mengalaminya.

Perubahan pada Kulit Selama Kehamilan
Perubahan umum pada kulit biasanya tidak berhubungan dengan masalah kesehatan serius. Namun, bicarakanlah dengan dokter jika kulit Anda meradang, muncul ruam, iritasi, atau gatal yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
Jika Anda sudah memiliki kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis, kondisi ini bisa memburuk atau membaik seiring perkembangan usia janin dan usia kehamilan. Waspadai pula bahwa perubahan warna kulit bisa disebabkan oleh kondisi lain.
Selalu periksakan ke dokter jika Anda menyadari ada perubahan warna pada kulit atau perubahan ukuran tahi lalat serta tanda bahaya kehamilan lainnya. Jika perubahan pigmentasi disertai rasa sakit atau kemerahan, segera cari pertolongan medis.
1. Garis Gelap yang Membelah Perut
Garis vertikal yang membelah perut Anda disebut linea nigra. Garis ini biasanya memiliki lebar hingga 1 cm dan melintas melewati pusar pada sekitar trimester kedua.
Linea nigra disebabkan oleh pigmentasi akibat perubahan hormon saat otot perut meregang memberi ruang pada bayi. Garis ini akan memudar secara alami beberapa minggu setelah melahirkan.
2. Kulit Lebih Gelap Daripada Biasanya
Beberapa bagian kulit yang menggelap merupakan salah satu gejala kehamilan yang sangat umum. Kebanyakan calon ibu merasa area puting dan sekitarnya (areola) menjadi lebih gelap.
Anda juga dapat menyadari tahi lalat dan bintik hitam tampak lebih pekat. Bagian pigmentasi cokelat pada kening, pipi, dan leher dikenal sebagai chloasma atau topeng kehamilan.
Chloasma disebabkan oleh produksi melanin berlebih untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV). Kondisi ini dialami oleh sekitar 75 persen calon ibu dan akan memudar secara bertahap pascamelahirkan.
3. Pembuluh Darah di Pipi Terlihat Jelas
Pembuluh darah kecil atau kapiler yang pecah dikenal sebagai spider veins (naevi). Hal ini umum terjadi pada kehamilan karena sirkulasi darah meningkat drastis dalam tubuh.
Peningkatan sirkulasi darah memberi tekanan lebih pada pembuluh kapiler yang sensitif. Pembuluh darah ini akan memudar saat kadar hormon kembali normal pascamelahirkan.
4. Kulit Terlihat “Glowing” dan Bercahaya
Tampilan kulit yang berseri atau glowing saat hamil disebabkan oleh penumpukan cairan yang membuat kulit lebih kenyal. Peningkatan hormon progesteron dan sirkulasi darah juga membuat wajah tampak merona.
Efek sampingnya, tubuh bisa terlihat sedikit bengkak akibat retensi air. Kondisi ini akan mereda setelah Anda menerapkan tips persiapan melahirkan secara normal dan melalui proses persalinan.
Anda dapat menyamarkannya dengan pelembap ringan dan konsumsi air putih yang cukup. Terhidrasi dengan baik sangat membantu menjaga kesehatan kulit selama masa kehamilan.
5. Kulit Berjerawat
Jerawat sering kali muncul pada trimester pertama kehamilan. Tingginya kadar hormon merangsang produksi sebum berlebih yang dapat menyumbat pori-pori kulit.
Langkah menjaga kesehatan ibu hamil harus mencakup perawatan kebersihan kulit. Bersihkan wajah secara rutin dengan pembersih berbahan lembut dan air hangat.
Hindari pemakaian obat jerawat sembarangan tanpa petunjuk dokter karena beberapa kandungan bisa berbahaya bagi janin. Kulit biasanya akan membaik beberapa minggu setelah bayi lahir dan siap menerima manfaat ASI eksklusif bagi bayi.
6. Stretch Mark
Stretch mark muncul seiring dengan pertambahnya berat badan dan peregangan kulit yang cepat. Perubahan hormon juga memengaruhi keseimbangan protein kulit sehingga lapisan kulit menjadi lebih tipis.
Setelah persalinan, stretch mark umumnya memudar menjadi warna putih keperakan dalam waktu 6 bulan. Penggunaan pelembap alami dapat membantu menjaga elastisitas kulit.
7. Kulit Lebih Sensitif dari Biasanya
Tingginya kadar hormon membuat kulit ibu hamil menjadi jauh lebih peka dan sensitif terhadap bahan kimia. Sabun atau detergen tertentu bisa memicu iritasi ringan hingga ruam.

Kulit ibu hamil juga lebih mudah terbakar sinar matahari. Gunakan tabir surya aman SPF 15 atau lebih, serta pilih pakaian berbahan katun yang menyerap keringat.
Tips Mencegah Kulit Gatal dan Kering saat Hamil
Rasa gatal merupakan salah satu keluhan yang sering menyertai perubahan pada kulit selama kehamilan. Untuk mengatasinya, selalu gunakan pelembap bebas alkohol dan tanpa pewangi buatan secara teratur.
Hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas karena dapat mengurangi minyak alami kulit. Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan minum cukup air setiap hari.
Demikian ulasan mengenai perubahan pada kulit selama kehamilan yang perlu Anda pahami. Jika Anda merasa terganggu dengan masalah kulit yang parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.