Biasanya, daging kambing lebih sering diolah menjadi sate lengkap dengan saus kecap atau saus kacang yang lembut. Namun, proses dan cara pembuatan sate kambing yang cukup lama dan banyaknya alat yang dibutuhkan, seperti wajan pembakar hingga arang, seringkali membuat Anda kerepotan.
Namun tak perlu khawatir, ternyata daging kambing juga cocok diolah menjadi aneka olahan daging kambing lainnya yang praktis dan pastinya tak kalah nikmat terutama saat menyelenggarakan acara aqiqah di rumah. Mulai dari tongseng dengan kuah gurihnya yang lezat hingga nasi goreng kambing nan mengenyangkan.

Mengenal Tongseng dan Gulai Kambing
Selain sate, olahan kambing yang cukup populer dan digemari yaitu tongseng dan gulai. Keduanya diyakini sebagai makanan khas Jawa. Sama-sama gurih dan punya kuah pekat dan keruh berbumbu.
1. Tongseng
Tongseng adalah sejenis gulai dengan bumbu yang lebih “tajam”. Tongseng merupakan salah satu olahan populer dari daging kambing yang bisa Anda sajikan saat Idul Adha atau Aqiqahan.
Terbuat dari potongan daging hingga tengkleng atau tulang kambing yang dimasak dengan santan, kecap, dan bermacam-macam rempah, tongseng kambing memiliki cita rasa gurih agak manis dengan aroma yang membuat siapa pun ketagihan.
2. Gulai
Bagi Anda penggemar sajian berkuah santan, gulai kambing bisa menjadi pilihan tepat. Perpaduan santan kuningnya yang gurih berpadu potongan daging kambing sangat cocok disajikan bersama lontong atau ketupat saat Idul Adha.
Selain daging kambing, tak jarang pula gulai kambing dibuat dari bagian kambing lainnya seperti tengkleng, kikil, hingga jeroan yang dimasak hingga empuk dan tidak prengus. Cara membuat gulai kambing agar lebih segar dan pedas adalah dengan menambahkan beberapa buah cabai rawit utuh ke dalam rebusan gulai.
Sate, Tongseng dan Gulai Sering Ada dalam Satu Penjual, Kenapa?
Mudah menemukan penjual sate yang sekaligus menjual tongseng dan gulai. Ternyata tiga hidangan ini memiliki hubungan dari strategi penjual dan juga sejarah keberadaanya di Tanah Air. Abad ke-18 sampai 19 banyak saudagar dari Timur Tengah datang berdagang di Nusantara.
Para saudagar tersebut datang untuk menyebarkan agama dan membawa kegemaran lainnya, termasuk kuliner. Dua jenis daging yang disukai oleh saudagar asal Timur Tengah adalah kambing dan domba. Kegemaran menyantap daging kambing dan domba ini yang akhirnya ditularkan ke masyarakat lokal. Dari sinilah masyarakat mengetahui manfaat daging kambing dan kandungannya yang bagus untuk tubuh. Penting juga untuk memahami langkah mengolah daging kambing dengan benar agar rasanya tetap nikmat.
Sate yang saat ini dikenal sebagai salah satu hidangan Tanah Air, sebenarnya terinspirasi dari shish kebab dari Timur Tengah. Perbedaannya hanya terdapat dari segi bumbu dan saus siraman. Lantas mengapa hidangan sate erat kaitannya dengan tongseng dan gulai?
Setelah daging habis diolah menjadi sate, sisalah jeroan dan bagian kambing lainnya. Bagian sisa tersebut kemudian diolah menjadi gulai. Dari air rebusan kuah gulai, kemudian penjual menumis kembali dengan kol dan tetelan. Jadilah hidangan tongseng.
Seng dari tongseng itu diambil dari kata “oseng-oseng” atau tumis. Jadi, dengan memasak sate, gulai dan tongseng maka penjual dapat memanfaatkan seluruh bagian kambing dengan maksimal dan tidak ada yang mubazir.
Selain populer di warung kuliner ternyata ketiga olahan ini populer juga sebagai menu aqiqah di berbagai kota seperti layanan aqiqah jogja dan Surabaya. Maka tak jarang jasa aqiqah Jakarta selalu menawarkan ketiga menu tersebut pada konsumen. Sebelum memesan, pastikan Anda tahu hitungan 1 kambing aqiqah untuk berapa porsi agar kebutuhan acara tercukupi.
Perbedaan Tongseng dan Gulai Kambing
Pada awalnya mungkin Anda akan sulit membedakan bedanya tengkleng dan tongseng dengan gulai, karena terlihat serupa dan merupakan masakan berbahan dasar daging kambing. Namun, setelah coba menyantapnya, Anda pasti jadi tahu perbedaannya.
1. Isian Utama
Tongseng dan gulai sama-sama memiliki isian utama dari bagian tubuh kambing. Tongseng memiliki isian utama berupa daging kambing yang berserat. Daging kambing dipotong kecil-kecil supaya cepat empuk dan matang karena tongseng baru dibuat saat ada pesanan.
Gulai umumnya berisi bagian jeroan kambing. Tapi, tidak jarang juga penjual gulai yang menyediakan pilihan daging, tulang rusuk, buntut, dan kaki yang dipotong kecil-kecil sebagai isiannya. Kuah gulai sudah disiapkan oleh penjual dari rumah, jadi hanya tinggal menyiramkan kuah ke dalam piring.
Saat ini, baik tongseng atau gulai sudah mulai banyak dijual dengan isian selain daging kambing. Bisa daging ayam dan juga daging sapi.
2. Kuah dan Rasa
Perbedaan keduanya bisa dilihat dengan jelas dari kuahnya. Kuah tongseng sebenarnya terbuat dari kuah gulai yang diberi tambahan kecap manis, sehingga kuahnya menjadi lebih encer dan berwarna kecokelatan.
Kuah gulai sendiri terbuat dari campuran kaldu kambing dan santan. Warnanya kuning kemerahan dan lebih kental daripada kuah tongseng. Biasanya, kuah gulai dibuat pedas dengan tambahan cabai rawit utuh.
Dari sisi rasa, keduanya memiliki rasa dasar yang gurih. Tongseng memiliki rasa manis gurih karena tambahan kecap, sedangkan gulai dominan dengan rasa gurih yang sedikit pedas.

3. Isian Tambahan
Selain daging dan jeroan, tongseng dan gulai juga diberi isian tambahan. Untuk tongseng, isian tambahannya berupa sayuran seperti kubis dan tomat. Sedangkan gulai disajikan lebih polos berisi kuah dan daging atau jeroan saja.
Penjual gulai biasanya juga menjual tongseng, begitu juga sebaliknya. Jika menyelenggarakan acara di rumah, menyajikan olahan ini akan semakin praktis dengan menyiapkan perlengkapan prasmanan untuk acara aqiqah agar tamu nyaman menikmati hidangan.
Penyajian Menu Aqiqah Menurut Muhammadiyah dan Syariat Islam
Menyajikan masakan seperti tongseng dan gulai sangat cocok dalam rangkaian acara aqiqah di rumah. Selain lezat, olahan berkuah ini memudahkan pembagian porsi makanan kepada kerabat dan tetangga.
Sesuai ketetapan tata cara aqiqah menurut muhammadiyah maupun ajaran syariat Islam, daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan. Mengolahnya menjadi tongseng atau gulai yang kaya rempah menjadikan ibadah aqiqah terasa lebih berkesan.
Demikianlah ulasan mengenai perbedaan tongseng dan gulai kambing yang perlu Anda ketahui. Jangan lewatkan artikel lainnya tentang cara beternak kambing yang benar. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.