5 Tanda Bahaya Dalam Kehamilan yang Wajib Diwaspadai Ibu Hamil

Banyak kemajuan di bidang sains dan teknologi yang sangat membantu menentukan deteksi dini adanya tanda bahaya dalam kehamilan dan proses persalinan.

Berkaitan dengan hal itu, para petugas kesehatan terus berupaya menyebarluaskan informasi kesehatan guna mengurangi angka kematian ibu hamil maupun ibu bersalin.

Hal ini didukung dengan komitmen bersama dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Salah satu langkah utamanya adalah menjaga kesehatan ibu hamil serta mencukupi nutrisi ibu hamil trimester pertama agar janin dapat tumbuh optimal.

Upaya mengenali tanda bahaya pada ibu hamil tentu membutuhkan dukungan penuh dari seluruh anggota keluarga.

Oleh karena itu, kami membagikan informasi seputar pengenalan tanda bahaya dalam kehamilan agar dapat disebarkan kepada kerabat, tetangga, dan sahabat yang sedang mengandung.

Mengenali Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Sejak Dini

Lantas, pada keadaan apa saja ibu hamil perlu meningkatkan kewaspadaan? Berikut ulasan lengkap mengenai ciri bahaya kehamilan muda dan tua yang penting Anda ketahui.

Tanda bahaya dalam kehamilan
Tanda bahaya dalam kehamilan berpengaruh pada kelahiran. Sumber Unsplash

1. Mengalami Pendarahan atau Bercak Darah Terus Menerus

Pada masa hamil muda, pendarahan dapat menjadi sinyal ancaman keguguran pada janin dalam kandungan.

Sementara pada usia kehamilan lanjut mendekati cukup bulan, keluarnya darah segar atau gumpalan kehitaman kemungkinan dipicu oleh plasenta yang terlepas sebagian. Jika kondisi ini terjadi, ibu hamil harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Saat mengalami pendarahan, ibu hamil disarankan segera tirah baring agar pendarahan tidak semakin banyak.

Bila pendarahan cukup banyak dan lokasi pelayanan kesehatan jauh, posisikan kedua kaki lebih tinggi dengan ganjalan bantal selama perjalanan. Baringkan kepala sejajar tubuh serta berikan minuman manis kepada ibu hamil.

Jangan memaksakan diri menuju rumah sakit yang sangat jauh jika ada pelayanan kesehatan terdekat. Segera minta pertolongan darurat untuk tindakan penambahan cairan dan penghentian perdarahan.

2. Bengkak di Tangan, Kaki, dan Wajah

Memasuki masa kehamilan, perubahan fisik seperti kenaikan berat badan dan sedikit pembengkakan di tangan, kaki, atau wajah adalah hal yang lumrah.

Namun, Anda harus waspada jika pembengkakan diikuti nyeri tengkuk, nyeri ulu hati, pusing berat, atau kejang mendadak. Pertambahan berat badan berlebihan juga perlu diperhatikan, termasuk ketercukupan nutrisi ibu hamil trimester kedua secara seimbang.

Semua gejala tersebut bisa menjadi indikasi keracunan kehamilan atau pre-eklampsia, yang dapat berkembang menjadi eklampsia jika disertai kejang.

Untuk mengecek pembengkakan abnormal, tekan area tungkai kaki yang bengkak. Bila bekas tekanan tampak cekung dan tidak segera kembali ke bentuk semula, berarti terjadi penumpukan cairan.

Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi sebaiknya mengganjal kaki lebih tinggi saat beristirahat guna memperlancar aliran darah. Hindari pemicu hipertensi seperti masakan berbahan dasar daging kambing berlebihan, serta pelajari tips berpuasa bagi ibu hamil agar kesehatan tetap terjaga saat beribadah.

3. Demam Tinggi

Ibu hamil pada usia kandungan berapa pun yang mengalami demam tinggi harus segera diperiksakan ke tenaga medis.

Keterlambatan penanganan dapat memicu infeksi berbahaya bagi ibu, serta meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian janin.

Ibu hamil dilarang mengonsumsi obat penurun panas tanpa petunjuk dokter atau bidan. Selama demam, pastikan konsumsi air putih cukup dan lakukan tirah baring hingga suhu tubuh kembali normal.

4. Muntah Terus Menerus dan Tidak Bisa Makan

Perubahan hormon selama kehamilan memang normal, namun muntah berlebihan dapat memicu dehidrasi berat dan penurunan kesadaran.

Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan ibu dan janin karena tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan.

Segera bawa ibu hamil ke rumah sakit jika muntah terjadi terus-menerus dan tidak ada makanan atau minuman yang bisa masuk. Jika dokter menyarankan perawatan rawat inap dan penambahan cairan infus, keluarga wajib memberikan dukungan penuh.

5. Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya

Jika keluar cairan bening dari jalan lahir baik merembes maupun mengalir pada usia kehamilan berapa pun, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Tanda Bahaya dalam kehamilan
Segera meminta pertolongan medis jika ada tanda bahaya pada kehamilan. Sumber Unsplash

Perhatikan warna dan bau cairan yang keluar, lalu informasikan kepada bidan atau dokter berapa kali Anda harus mengganti pembalut.

Jangan menunda pemeriksaan karena ketuban yang makin berkurang bisa membahayakan janin dan berisiko memicu infeksi rahim.

Demikianlah ulasan dari AqiqahSatu.Com penyedia jasa aqiqah Jakarta yang berpengalaman mengenai tanda bahaya dalam kehamilan.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan keluarga sehingga ibu dapat melahirkan secara normal. Persiapkan pula pemahaman tentang merawat bayi menurut Islam serta pentingnya manfaat ASI eksklusif demi menyambut kelahiran si kecil.

Leave a Comment