Fase tumbuh gigi bayi menjadi salah satu tahap dalam kehidupan yang harus dilewati. Fase ini cukup penting karena bisa menunjang proses makan bagi anak-anak, khususnya bayi. Maka dari itu, para orang tua sebaiknya memahami fase ini dengan baik sehingga bisa memberikan penanganan yang tepat.
Mengenal Fase Tumbuh Gigi
Sebenarnya gigi pada bayi sudah berkembang sejak dia masih berada di dalam kandungan. Kuncup pertama gigi sulung sudah muncul di rahang saat memasuki kehamilan pada minggu kelima. Kemudian, bayi lahir dengan memiliki 20 gigi sulung. Tentu saja gigi sulung itu tersembunyi di bagian dalam gusi.
Gigi sulung disebut juga sebagai gigi susu, gigi bayi, atau gigi primer. 20 gigi sulung itu masing-masing tumbuh di rahang atas dan rahang bawah. Gigi tersebut dibagi menjadi gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Setiap gigi memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Apa saja ya?
Jenis-Jenis Gigi dan Kegunaannya
Gigi seri berada di bagian depan rongga mulut. Fungsinya untuk menggigit makanan. Biasanya tumbuh pada usia 6 – 10 bulan. Gigi taring berada di bagian atas dan bawah rongga mulut. Fungsinya untuk memotong makanan. Biasanya tumbuh pada rentang usia 16 – 20 bulan.

Sementara itu gigi geraham, baik depan maupun belakang, berfungsi untuk menghancurkan makanan. Geraham pertama tumbuh pada rentang usia 11-18 bulan. Sementara itu, geraham kedua akan tumbuh pada rentang usia 20-30 bulan. Secara umum, bayi akan memiliki gigi lengkap pada usia 30 bulan.
Pada umumnya, gigi sulung pada bayi akan mulai tumbuh dan berkembang pada rentang usia 6 sampai 12 bulan. Namun ada juga kasus gigi sulung tumbuh saat bayi berusia lebih dari 1 tahun. Tentu saja tidak masalah karena setiap anak memiliki periode yang berbeda-beda. Tidak perlu cemas, ya.
Ciri-Ciri Bayi Tumbuh Gigi
Meskipun sebenarnya gigi sudah ada dalam rongga mulut bayi, tetap saja menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Bayi biasanya akan mengalami demam hingga kurang lebih 38 derajat, produksi liur lebih tinggi, tidur tidak nyenyak, hingga gusi bengkak dan memerah. Berikut rincian tahapan tumbuh gigi berdasarkan usia.
Usia 3 Bulan
Sebelum memasuki periode tumbuh gigi, para bayi usia 3 bulan akan mulai mengeksplorasi area rongga mulut. Biasanya mereka akan memasukkan tangan atau benda-benda ke dalam mulut. Selain itu, produksi air liur juga akan lebih banyak dari biasanya. Hal ini bisa jadi pertanda bahwa fase tumbuh gigi akan mulai.
Usia 5 Bulan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, usia 5 bulan menjadi awal fase tumbuh gigi pada bayi. Namun tidak jarang juga ada bayi yang tumbuh gigi lebih awal, yaitu usia 4 bulan. Pada tahap ini, gusi bayi akan memerah dan sedikit bengkak. Karena kuncup gigi sulung mulai muncul. Tentu saja membuat bayi merasa tidak nyaman.
Usia 6 Bulan
Menurut dokter gigi Jogja, pada usia 6 bulan, kuncup gigi sulung yang sebelumnya sudah muncul akan semakin merekah. Biasanya yang muncul adalah dua gigi sulung pada bagian rahang bawah. Dua gigi ini kerap muncul bersamaan. Anda sebaiknya rutin membersihkannya dengan menyeka dengan kain bersih setelah bayi menyusu.
Usia 7-8 Bulan
Memasuki rentang usia ini, gigi sulung pada rahang atas akan tumbuh melengkapi dua gigi sulung yang sudah tumbuh sebelumnya di rahang bawah. Namun sering juga gigi sulung atas ini tumbuh pada rentang usia 8-12 bulan. Saat gigi atas dan bawah sudah lengkap, Anda bisa memberikan makanan padat pada bayi Anda.
Usia 9-14 Bulan
Setelah sepasang gigi sulung pada rahang atas dan bawah, tumbuh lagi sepasang gigi sulung di samping gigi yang sudah tumbuh. Gigi sulung lain akan tumbuh di sisi-sisi gigi sulung lain yang sudah tumbuh sebelumnya. Kemudian jenis gigi lain akan tumbuh untuk melengkapi deretan gigi yang sudah tumbuh.
Usia 16-25 Bulan
Gigi taring dan gigi geraham akan tumbuh pada rentang usia ini. Gigi geraham yang muncul terlebih dulu dari gigi taring akan menimbulkan kasus gigi gingsul. Hal ini disebabkan karena gigi geraham tidak menyisakan ruang yang cukup untuk pertumbuhan gigi taring.
Usia 2-4 tahun

Pada rentang usia ini, gigi sulung anak sudah lengkap. Susunan gigi ini akan bertahan hingga usia 6-7 tahun. Pada usia 6-7 tahun, gigi sulung akan mulai tanggal dan digantikan oleh gigi permanen. Tulang rahang dan wajah juga semakin terbentuk sehingga tersedia ruang tumbuh bagi gigi permanen.
Mendampingi Bayi Melewati Masa Tumbuh Gigi
Sebelumnya disebutkan bahwa bayi akan mengalami gejala yang kurang nyaman pada saat melewati masa tumbuh gigi. Orang tua bisa melakukan beberapa hal untuk mendampingi bayi melewati masa tumbuh gigi. Anda bisa memberikan teether pada bayi Anda. Berikan pula makanan padat tapi lunak agar nutrisi tetap tercukupi.
Rutinlah membersihkan area rongga mulut bayi, terutama gusi dan kuncup gigi yang sudah mulai muncul. Lakukan pembersihan setelah bayi Anda makan, menyusu, atau sebelum tidur. Demam saat tumbuh gigi bisa dibilang lumrah. Namun apabila demamnya tidak kunjung turun dan bayi terus rewel, berilah paracetamol.
Cukupilah asupan nutrisi bayi Anda dengan memberikan makanan yang mengandung Kalsium dan Vitamin D. Kalsium banyak terkandung pada sayuran hijau, yogurt, dan kacang-kacangan. Sementara vitamin D bisa Anda jumpai di susu, daging ikan salmon, hingga telur. Anda bisa mengolahnya sesuai kreativitas Anda.
Demikian sedikit ulasan mengenai fase tumbuh gigi bayi. Gigi yang tumbuh menandakan bayi Anda semakin besar dan dewasa. Siap untuk menjalani kehidupan. Dampingilah dengan baik untuk anak yang sehat dan ceria. Semoga bermanfaat. Simak terus ulasan menarik lainnya.