Adat Seputar Aqiqah dan Kelahiran Menurut Islam: Panduan Acara Aqiqah Sederhana

Hal yang paling ditunggu dalam kehidupan keluarga baru adalah kehadiran si buah hati. Apapun akan ditempuh oleh suami jika istri tidak juga memperlihatkan tanda-tanda kehamilan.

Mulai dari pengobatan herbal, pengobatan ke dokter spesialis, hingga terapi program kehamilan yang kini banyak ditawarkan di media sosial.

Setelah kelahiran, keluarga juga mempersiapkan finansial untuk melaksanakan ritual dan adat seputar aqiqah dan kelahiran. Untuk acara tasyakuran dan acara aqiqah sederhana, sebenarnya kita bisa menggunakan jasa katering.

Mulai dari Jakarta, penyedia aqiqah jogja, hingga kota-kota lainnya kini bermunculan jaringan penyedia jasa layanan aqiqah. Jika di Jakarta dan sekitarnya bisa memilih jasa aqiqah Jakarta yakni AqiqahSatu, pastikan juga memahami hukum menggunakan jasa layanan aqiqah secara benar.

Tataccara pelaksanaan aqiqah
Potong rambut saat aqiqah. Sumber Flickr

Semakin kompleksnya kegiatan dan aktivitas masyarakat menjadikan masyarakat memiliki pola pikir yang simpel dan tidak mau repot. Itulah yang menjadikan jasa aqiqah mulai diminati oleh kalangan masyarakat dan mendorong usaha seperti ini berkembang pesat.

Pengetahuan agama dan menyebarnya berbagai kajian keIslaman juga berdampak pada animo masyarakat yang mulai dekat dengan aturan agama. Sehingga sebagian masyarakat di Indonesia mulai meninggalkan ritual budaya warisan leluhur yang sekiranya bertentangan dengan dalil agama.

Salah satu ritual yang masih sering ditemui adalah ritual adat seputar aqiqah dan kelahiran. Terkadang ritual tersebut bertentangan dengan aturan dan fikih yang ada dalam agama Islam.

Adat Seputar Aqiqah dan Kelahiran Yang Ditinggalkan

Ritual Sepasar

Sepasar adalah hitungan lima hari setelah bayi dilahirkan. Karena hari dalam budaya Jawa ada lima (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), hitungan ‘satu minggu’ pada penanggalan Jawa adalah lima hari atau sepasar. Biasanya keluarga yang mendapatkan bayi baru lahir akan membagi-bagi makanan ke tetangga.

Ritual sepasar tentu saja berbeda dengan aqiqah, karena tata cara pelaksanaan aqiqah biasanya dilaksanakan tujuh hari setelah kelahiran. Selain itu, ibadah ini disyariatkan dengan menyembelih kambing atau aqiqah domba sesuai jenis kelamin bayi.

Adat sepasaran saat ini mulai ditinggalkan karena memang tidak praktis. Selain harus menyelenggarakan sepasaran, keluarga juga harus melaksanakan aqiqahan sehingga memakan banyak biaya.

Ritual Selapanan

Upacara selapanan biasanya disertai dengan pembacaan syair Al Barzanji. Di sebagian masyarakat pedesaan masih banyak ditemui pembacaan maulid Al Barzanji pada acara selapanan. Namun, ritual selapanan mulai ditinggalkan di area perkotaan.

Pada acara selapanan ini ada ritual menggendong bayi berkeliling ke tiap-tiap tamu undangan. Tiap tamu undangan akan mengelus dan meniup kepala bayi, lalu memberikan doa dan ucapan pengharapan.

Sebenarnya saat merawat bayi baru lahir perlu kehati-hatian agar bayi terhindar dari potensi pemicu penyakit, termasuk ritual meniup bayi. Kita tidak tahu penyakit apa yang mungkin diidap tamu undangan yang ikut meniup kepala bayi.

Sebagian masyarakat menganggap ritual ini bid’ah karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi. Akan tetapi, golongan tradisional masih mempertahankannya dengan alasan pembacaan sholawat adalah hal yang baik.

Mengubur Ari-Ari di Tempat Tertentu

Orang zaman dahulu mengubur ari-ari bayi laki-laki di samping kanan pintu masuk rumah, dan di sebelah kiri untuk bayi perempuan. Benda-benda simbolis yang berhubungan dengan harapan orang tua juga ikut dikubur.

Di atas tanah tempat dikuburkannya ari-ari biasanya diberi penerangan lampu minyak. Hal ini menjadi penanda bagi masyarakat sekitar bahwa pemilik rumah baru saja melahirkan bayi.

Saat ini masyarakat yang melakukan hal tersebut mulai berkurang. Hal ini memang bukan bagian dari ketentuan agama sehingga masyarakat yang memahami dalil mulai meninggalkannya.

Meletakkan Benda Tajam di Bawah Kasur Bayi

Masyarakat zaman dahulu kerap menempatkan berbagai senjata tajam di bawah kasur bayi. Ada yang meyakini hal itu dilakukan untuk keselamatan si buah hati ketika tidur.

Tentu saja hal ini terlihat kurang logis mengingat bayi yang baru lahir belum bisa membela diri dengan senjata tajam. Karena ketidakmasukakalan itulah banyak masyarakat yang mulai meninggalkan adat tersebut.

Jagong Bayi

Jagong bayi adalah acara begadang bersama di rumah keluarga bayi yang baru lahir. Kegiatan ini diduga bermaksud menjaga jabang bayi dari bahaya seperti binatang liar maupun gangguan luar.

Adat Seputar Aqiqah dan Kelahiran
Acara aqiqah. Sumber Flickr

Karena jagong bayi membutuhkan biaya ekstra untuk menyiapkan makanan warga, tuan rumah kesulitan untuk menghemat biaya aqiqah. Alasan inilah yang membuat jagong bayi mulai banyak ditinggalkan.

Meskipun demikian, beberapa masyarakat pedesaan yang memegang erat budaya leluhur masih menjalankannya. Untuk memahami tujuan ibadah ini secara mendalam, penting juga mengetahui hikmah aqiqah dalam ajaran Islam.

Panduan Acara Aqiqah Sesuai Syariat Islam

Bagi umat Islam, tuntunan menyambut kelahiran cukup disesuaikan dengan perintah agama. Sebelum menyembelih, pastikan orang tua telah mengetahui umur kambing aqiqah yang sah sesuai syariat.

Banyak orang tua sering bertanya, 1 ekor kambing aqiqah untuk berapa porsi olahan? Secara umum, 1 kambing aqiqah untuk berapa porsi bisa menghasilkan sekitar 50 sampai 80 porsi sate dan gulai tergantung ukuran hewan.

Menurut pandangan aqiqah menurut muhammadiyah atau keputusan tarjih, aqiqah diutamakan pada hari ketujuh. Namun jika belum mampu, pengerjaan aqiqah anak umur 1 tahun tetap diperbolehkan saat orang tua sudah berlapang rezeki.

Pelaksanaan acara aqiqah di rumah kini bisa diselenggarakan secara ringkas dan syar’i. Oleh karena itu, membaca informasi seputar aqiqah sangat direkomendasikan agar ibadah berjalan sempurna.

Leave a Comment