Biasanya, daging kambing lebih sering diolah menjadi sate lengkap dengan saus kecap atau saus kacang yang lembut. Namun, proses dan cara pembuatan sate kambing yang cukup lama dan banyaknya alat yang dibutuhkan, seperti wajan pembakar hingga arang, sehingga seringkali membuat Anda kerepotan.

Namun tak perlu khawatir, ternyata daging kambing juga cocok diolah menjadi berbagai masakan berbahan dasar daging kambing lainnya yang praktis dan pastinya tak kalah nikmat terutama saat menyelenggarakan aqiqah. Mulai dari tongseng dengan kuah gurihnya yang lezat hingga nasi goreng kambing nan mengenyangkan. 

Manfaat daging kambing
Daging kambing dijadikan sate. Sumber Unsplash

Mengenal Tongseng dan Gulai Kambing

Selain sate, olahan kambing yang cukup populer dan digemari yaitu tongseng dan gulai. Keduanya diyakini sebagai makanan khas Jawa. Sama-sama gurih dan punya kuah pekat dan keruh berbumbu. 

1. Tongseng

Tongseng adalah sejenis gulai dengan bumbu yang lebih “tajam”. Tongseng merupakan salah satu olahan populer dari daging kambing yang bisa Anda sajikan saat Idul Adha atau Aqiqahan.

Terbuat dari potongan daging hingga tengkleng atau tulang kambing yang dimasak dengan santan, kecap, dan bermacam-macam rempah, tongseng kambing memiliki cita rasa gurih agak manis dengan aroma yang membuat siapa pun ketagihan.

2. Gulai

Bagi Anda penggemar sajian berkuah santan, gulai kambing bisa menjadi pilihan tepat. Perpaduan santan kuningnya yang gurih berpadu potongan daging kambing sangat cocok disajikan bersama lontong atau ketupat saat Idul Adha.

Selain daging kambing, tak jarang pula gulai kambing dibuat dari bagian kambing lainnya seperti tengkleng, kikil, hingga jeroan yang dimasak hingga empuk dan tidak prengus. Cara membuat gulai kambing agar lebih segar dan pdas adalah dengan menambahkan beberapa buah cabai rawit utuh ke dalam rebusan gulai.

Sate, Tongseng dan Gulai Sering Ada dalam Satu Penjual, Kenapa?

Mudah menemukan penjual sate yang sekaligus menjual tongseng dan gulai. Ternyata tiga hidangan ini memiliki hubungan dari strategi penjual dan juga sejarah keberadaanya di Tanah Air. Abad ke-18 sampai 19 banyak saudagar dari Timur Tengah datang berdagang di Nusantara.

Para saudagar tersebut datang untuk menyebarkan agama dan membawa kegemaran lainnya, termasuk kuliner. Dua jenis daging yang disukai oleh saudagar asal Timur Tengah adalah kambing dan domba. Kegemaran menyantap daging kambing dan domba ini yang akhirnya ditularkan ke masyarakat lokal. dari sinilah masyarakat mengetahui manfaat daging kambing dan kandungannya yang bagus untuk tuubuh.

Sate yang saat ini dikenal sebagai salah satu hidangan Tanah Air, sebenarnya terinspirasi dari shish kebab dari Timur Tengah. Perbedaannya hanya terdapat dari segi bumbu dan saus siraman. Lantas mengapa hidangan sate erat kaitannya dengan tongseng dan gulai?

Setelah daging habis diolah menjadi sate, sisalah jeroan dan bagian kambing lainnya. Bagian sisa tersebut kemudian diolah menjadi gulai. Dari air rebusan kuah gulai, kemudian penjual menumis kembali dengan kol dan tetelan. Jadilah hidangan tongseng. 

Seng dari tongseng itu diambil dari kata “oseng-oseng” atau tumis. Jadi, dengan memasak sate, gulai dan tongseng maka penjual dapat memanfaatkan seluruh bagian kambing dengan maksimal dan tidak ada yang mubazir.

Selain populer di warung kuliner ternyata ketiga olahan ini populer juga sebagai menu aqiqah di berbagai kota seperti Jakarta, Jogja, Surabaya dan beberapa kota lainnya. Maka tak jarang jasa aqiqah Jakarta selalu menawarkan ketiga menu tersebut pada konsumen yang datang. Memang ketiga macam olahan kuliner daging kambing tersebut enak.

Perbedaan Tongseng dan Gulai Kambing

Pada awalnya mungkin Anda akan sulit membedakan mana tongseng dan mana gulai, karena keduanya terlihat serupa dan merupakan masakan berbahan dasar daging kambing. Namun, setelah coba menyantapnya, Anda pasti jadi tahu perbedaannya.

1. Isian Utama

Tongseng dan gulai sama-sama memiliki isian utama dari bagian tubuh kambing. Tongseng memiliki isian utama berupa daging kambing yang berserat. Daging kambing dipotong kecil-kecil supaya cepat empuk dan matang. Karena biasanya, tongseng baru akan dibuat kalau ada pembeli yang memesan saja.

Gulai umumnya berisi bagian jeroan kambing. Tapi, tidak jarang juga penjual gulai yang menyediakan pilihan daging, tulang rusuk, buntut, dan kaki yang dipotong kecil-kecil sebagai isiannya. Lain dengan tongseng, kuah gulai sudah disiapkan oleh penjual dari rumah. Jadi, hanya tinggal potong-potong daging atau jeroan saja, kemudian menuangkan kuah ke dalam piring.

Saat ini, baik tongseng atau gulai sudah mulai banyak dijual dengan isian selain daging kambing. Bisa daging ayam dan juga daging sapi. 

2. Kuah dan Rasa

Perbedaan keduanya bisa dilihat dengan jelas dari kuahnya. Kuah tongseng sebenarnya terbuat dari kuah gulai. Hanya saja, diberi tambahan kecap manis. Sehingga, kuahnya menjadi encer dan berwarna kecokelatan.

Kuah gulai sendiri, terbuat dari campuran kaldu kambing dan santan. Warnanya kuning kemerahan dan lebih kental daripada kuah tongseng. Biasanya, kuah gulai dibuat pedas dengan tambahan cabai rawit utuh. 

Dari sisi rasa, keduanya memiliki rasa dasar yang gurih. Namun, karena penambahan bumbu, rasa keduanya jadi cukup berbeda. Tongseng jadi memiliki rasa manis dengan ditambahkannya kecap, sedangkan gulai memiliki rasa yang sedikit pedas. 

Perbedaan Tongseng dan Gulai
Kebab salah satu masakan yang mengawali munculnya sate. Sumber Unsplash

3. Isian Tambahan

Selain daging dan jeroan, tongseng dan gulai juga diberi isian tambahan. Untuk tongseng, isian tambahannya berupa sayuran seperti kubis dan tomat. Sedangkan untuk gulai, disajikan polos hanya kuah dan daging atau jeroan saja beserta sepiring nasi putih.

Penjual gulai biasanya juga menjual tongseng, begitu juga sebaliknya. Jadi, Anda bisa pilih yang sesuai dengan selera Anda tanpa perlu berpindah tempat. Kalau suka yang rasanya manis, Anda bisa memesan tongseng. Tapi kalo suka jeroan dan yang rasanya gurih pedas, berarti Anda akan lebih menyukai gulai.

Demikianlah ulasan mengenai Tongseng dan Gulai yang ternyata memiliki beberapa perbedaan. Jangan lewatkan artikel lainnya tentang cara beternak kambing yang benar. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. 

Chat WhatsApp