Banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam dan di luar tubuh Anda selama hamil. Ini termasuk berbagai perubahan pada kulit selama kehamilan yang terjadi di area lain seputar perut Anda. Selama kehamilan, Anda mungkin mengalami stretch mark, perubahan warna kulit (pigmentasi), bercak, lecet, pembuluh darah pecah, dan kulit gatal atau sensitif.

Perubahan kadar hormon dan sistem kekebalan tubuh Anda merupakan salah satu penyebabnya. Kebanyakan perubahan pada kulit selama kehamilan akan hilang setelah kelahiran dan anda mulai merawat bayi yang baru lahir. Beberapa perubahan kulit, seperti stretch mark dan pigmentasi tertentu dapat menurun pada keluarga. Jika ibu atau saudara Anda mengalaminya saat hamil, Anda mungkin juga akan mengalaminya.

Perunahan pada kulit selama kehamilan
Kehamilan menjadikan perubahan beberapa bagian tubuh termasuk kulit. Sumber Unsplash

Perubahan Pada Kulit Selama Kehamilan

Perubahan umum pada kulit tidak berhubungan dengan masalah kesehatan. Namun, bicarakanlah dengan dokter jika kulit Anda meradang atau memiliki ruam, iritasi, atau gatal, yang berlangsung lebih dari beberapa hari.

Jika Anda sudah memiliki kondisi kulit seperti eksim atau psoriosis, mungkin ini akan memburuk atau membaik selama kehamilan. Waspadai beberapa perubahan warna kulit bisa disebabkan oleh kondisi lain yang tidak berkaitan dengan kehamilan Anda. 

Selalu periksakan ke dokter jika Anda menyadari ada perubahan warna pada kulit atau perubahan ukuran tahi lalat atau tanda bahaya kehamilan lainnya. Jika perubahan pigmentasi disertai rasa sakit, nyeri, atau kemerahan, segera cari pertolongan medis.

1. Garis Gelap yang Membelah Perut

Garis vertikal yang membelah perut Anda disebut linea nigra. Biasanya garis ini memiliki lebar sampai 1 cm dan kadang melintas pada pusar. Linea nigra biasanya muncul pada sekitar trimester kedua. 

Linea nigra disebabkan oleh pigmentasi akibat perubahan hormon, di mana otot perut meregang dan sedikit memisah untuk memberi ruang pada bayi. Garis akan memudar dalam beberapa minggu setelah Anda melahirkan.

2. Kulit Lebih Gelap Daripada Biasanya

Beberapa bagian kulit yang menggelap biasanya adalah salah satu gejala kehamilan. Kebanyakan calon ibu merasa warna pada puting dan area sekitarnya (areola) menjadi lebih gelap. Anda akan menyadari area berpigmen lainnya seperti tahi lalat dan bintik-bintik juga menggelap. Namun, seiring berjalannya waktu nanti akan kembali memudar seperti sedia kala.

Bagian pigmentasi coklat pada kening, pipi, dan leher disebut dengan chloasma. Jika Anda memiliki warna kulit yang lebih gelap, chloasma akan terlihat seperti belang yang lebih terang. Chloasma disebabkan oleh tubuh yang memproduksi melanin berlebih, yang dapat melindungi kulit dari ultraviolet (UV). Sekitar 75 persen calon ibu mengalami kondisi ini.

3. Pembuluh Darah di Pipi Terlihat Jelas

Pembuluh darah kecil (kapiler) yang pecah dikenal sebagai spider veins (pembuluh darah laba-laba) atau naevi. Hal ini umum terjadi pada kehamilan, terlebih jika Anda rawan terhadap kondisi ini.

Banyaknya darah yang tersirkulasi pada tubuh memberikan tekanan pada pembuluh kapiler yang juga lebih sensitif saat kehamilan. Lindungi wajah Anda dari panas atau dingin yang ekstrem. Pembuluh darah akan memudar ketika kadar hormon menurun setelah setelah Anda melahirkan.

4. Kulit Terlihat “Glowing” dan Lebih Bercahaya

“Berseri” atau “glowing” saat hamil bukan sekadar basa-basi. Kulit Anda menahan cairan lebih banyak saat hamil, sehingga membuat kulit lebih kenyal dan menghilangkan kerutan. Kulit yang merona disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron dan sirkulasi darah pada tubuh. Hal ini juga dapat membuat Anda merasa lebih hangat dan kadang kulit memerah.

Kekurangan efek ini adalah Anda akan terlihat bengkak akibat tertahannya air dan kemerahan pada kulit wajah yang lebih tampak. Kondisi ini akan mereda setelah Anda melahirkan. Sementara itu, Anda dapat menyamarkannya dengan foundation yang melembapkan. Ingat untuk minum banyak air. Banyak manfaat yang akan dirasakan pada kulit jika Anda terhidrasi dengan baik.

5. Kulit Berjerawat

Anda mungkin akan berjerawat pada trimester pertama. Tingginya kadar hormon meningkatkan produksi sebum, minyak yang menjaga kekenyalan kulit wajah. Terlalu banyak sebum dapat menutup pori-pori, sehingga kulit berminyak dan berjerawat.

Menjaga kesehatan ibu hamil sangat penting termasuk kesehatan kulitnya Bersihkan wajah secara rutin dengan sabun halus dan air hangat atau pembersih wajah. Jika kulit Anda kering, gunakan pelembap bebas minyak. Jika Anda menggunakan riasan wajah, bersihkan sebelum tidur. 

Jangan gunakan krim atau obat jerawat kecuali disarankan oleh dokter. Beberapa produk anti jerawat tidak boleh digunakan saat kehamilan. Untungnya, beberapa minggu setelah bayi Anda lahir, kulit Anda akan kembali ke kondisi semula. 

6. Stretch Mark

Anda mungkin akan menyadari stretch mark muncul seiring dengan bertambahnya berat badan Anda. Kehamilan menyebabkan kulit Anda lebih mudah tertarik dari biasanya. Tingginya kadar hormon juga dapat mengganggu keseimbangan protein pada kulit dan membuatnya lebih tipis.

Setelah kehamilan, stretch mark akan berubah menjadi warna putih keperakan. Hal ini dapat terjadi dalam jangka waktu sekitar 6 bulan. Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah stretch mark. 

7. Kulit Lebih Sensitif dari Biasanya

Tingginya kadar hormon serta kondisi kulit yang tertarik dan lebih tipis dapat menyebabkan kulit menjadi sensitif. 

Sabun dan deterjen dapat menyebabkan iritasi. Kondisi kulit yang Anda miliki sebelum kehamilan, seperti eksim, bisa memburuk. Namun, kadang dapat juga terjadi sebaliknya. Wanita dengan psoriasis merasa kondisinya membaik setelah kehamilan.

Perubahan Pada Kulit Selama Kehamilan
Tetap menjaga kesehatan kulit adalah langkah yang baik. Sumber Unsplash

Anda dapat merasa kulit Anda lebih mudah terbakar saat terkena sinar matahari. Gunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih, dan hindari berada di bawah sinar matahari untuk waktu lama. Untuk meminimalisir sensitivitas, pilihlah pakaian berbahan katun dan jagalah tubuh agar tetap lembap.

Demikianlah ulasan mengenai perubahan pada kulit selama kehamilan yang sering terjadi yang perlu Anda ketahui. Namun, bila merasa sangat terganggu dengan masalah kulit saat hamil, bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Chat WhatsApp