Melahirkan adalah kondisi dimana seorang ibu yang telah mengandung selama sembilan bulan harus mengeluarkan buah hati yang dikandungnya baik secara normal ataupun operasi cesar. Agar proses melahirkan normal dan lancar maka menjaga kesehatan ibu hamil sangat di anjurkan. Selain menjaga kesehatan, sebuah keluarga yang akan kedatangan amanah anak hendaknya senantiasa mengucap syukur kepada Allah karena telah dikaruniai anak. Dalam Islam disyariatkan aqiqah.

Melahirkan pertama kali
Bayi di dalam inkubator. Sumber Unsplash

Untuk menyambut kelairan sang buah hati maka kesehatan harus di perhatikan, banyak-banyak mencari informasi seputar aqiqah dan tentu saja persiapan dalam bentuk dana baik yang dianggarkan untuk aqiqah ataupun saat proses kelahiran. Untuk biaya aqiqah mungkin kita bisa memperkirakan anggarannya. Tetapi untuk biaya kelahiran terkadang apa yang diperkirakan bisa meleset. Apalagi jika harus melalui operasi cesar saat melaahirkan.

Operasi Cesar Saat Melahirkan. Seperti Apa?

Operasi cesar atau biasa disebut dengan caesarian section, dan C-Section adalah prose operasi mengeluarkan bayi dari dalam rahim ibu dengan cara pembedahan bagian perut dan rahim. Pembedaan ini harus dilakukan karena ketika melahirkan secara normal melalui vagina akan berdampak pada komplikasi medis yang berbahaya baik bagi ibu atau bayinya.

Karena operasi cesar harus melakukan pembedahan maka yang terlibat dalam operasi tersebut adalah dokter kandungan, dokter anak, dokter anestesi, dan juga bidan. Dan untuk melalui proses operasi cesar seorang ibu yang akan melahirkan anaknya harus opname di rumah sakit yang memiliki kapasitas baik tenaga dan juga peralatan menangani operasi besar.

Kapan Harus Dilakukan Operasi Cesar?

Seperti yang telah disinggung diatas bahwa operasi cesar dilaksanakan karena ada penyebabnya yaitu komplikasi medis yang berbahaya. Dan jika pasca melahirkan terjadi komplikasi medis yang dimaksud sangat akan membahayakan nyawa bayi maupun ibu.

Utuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang baru lahir jika terdapat situasi yang membahayakan dan terdapat tanda bahaya dalam kehamilan maka dokter biasanya menganjurkan operasi cesar. Dibawah ini akan diulas penyebab diharuskannya operasi cesar.

1. Panggul terlalu sempit

Panggul yang terlalu sempit dapat mempersulit bayi untuk keluar melalui vagina. Dengan ukuran panggul yang kecil dokter biasanya menyarankan operasi cesar untuk kelahiran sang buah hati hal ini demi mengurangi kegagalan melahirkan yang dapat berdampak buruk.

2. Bayi terlalu besar

bayi yang terlalu besar juga menjadi penyebab diharuskannya melalui operasi cesar dalam proses kelahirannya. Meskipun memiliki panggul yang lebar akan tetapi ukuran bayi yang tidak normal akan mempersulit proses kelahiran.

3. Kondisi tidak ideal dalam rahim

Ada bermacam kondisi di dalam rahim yang menyebabkan harus dilakukan operasi cesar. Kondisi ini adalah sebagai berikut :

  • Fetal distress kondisi kurangnya asupan oksigen pada bayi di dalam kandungan.
  • Prolaps tali pusat hal ini terjadi ketika tali pusat menyusup melalui serviks dan menjulur dari vagina sedangkan bayi belum lahir. Ketika rahim berkontraksi, kondisi tersabut menyebabkan tekanan pada tali pusat yang terjepit, yang mengurangi aliran darah ke bayi.
  • Ruptur uteri adalah kondisi rahim robek karena berbagai hal. Biasanya terjadi pada pasien yang dulu pernah ada proses pembedahan pada daerah tersebut sebelumnya. Dan karena bekas pembedahan belum terlalu kuat maka mudah sobek.
  • Bayi posisi sungsang adalah bayi dengan posisi kepala di atas atau bayi melintang. Posisi ideal bayi sebelum dilahirkan adalah kepada berada di bawah.
  • Posisi ari-ari yang merupakan sumber nutrisi untuk bayi ketika dalam kandungan terlalu rendah atau berada di mulut rahim, maka jalan lahir akan tertutup sehingga membuat bayi tidak bisa lewat ketika akan dilahirkan. Hal inilah yang membuat operasi caesar harus dilakukan.
  • Kelainan Solusio Plasenta yaitu pemisahan plasenta dari lapisan rahim yang terjadi pada trimester ketiga. Ibu hamil akan mengalami pendarahan dari situs pemisahan dan rasa sakit di rahim. Pemisahan ini dapat mengganggu oksigen sampai ke bayi, dan tergantung pada tingkat keparahannya, sesar darurat dapat dilakukan.

4. Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi dimana plasenta tidak bisa menyuplai darah dan oksigen dengan maksimal kepada bayi yang ada dalam kandungan. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan darah tinggi saat menjelang kelahiran. Bahkan orang yang sudah mempersiapkan kelahiran normal pun bisa terserang gejala seperti ini. Dan biasanya preeklapsia berat menyebabkan penanganan kelahiran harus melalui prosedur bedah cesar.

5. Diabetes

Penderita diabetes memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan secara operasi cesar. Hal ini dikarenakan bobot bayi yang biasanya besar atau adanya komplikasi lain ketika melahirkan secara normal.

6. Bayi kembar

Bayi kembar jika tidak bisa dilahirkan dengan sempurna melalui kelahiran normal maka akan di lakukan tindakan operasi cesar. Hal ini terkadang disebabkan karena posisi bayi yang tidak ideal.

7. Cacat lahir

Cacat dalam kandungan mengharuskan kelahiran melalui operasi cesar. Karena bayi yang cacat dalam kandungan dikhawatirkan akan mengalami kondisi medis yang buruk ketika dkeluarkan dengan cara kelahiran normal.

operasi cesar
Dokter di ruang operasi. Sumber Unsplash

Informasi diatas sangat penting bagi anda yang nantinya akan melahirkan pertama kali. Dengan mengetahui informasi yang lengkap tentang proses kelahiran diharapkan ibu hamil bisa mempersiapkan dan tahu apa yang harus dilakukan ketika sang buah hati terlihat tanda-tanda akan lahir.

Demikian ulasan mengenai operasi cesar. Simak informasi lainnya tentang perbedaan antara usia janin dan usia kehamilan pada website penyedia layanan jasa aqiqah Jakarta AqiqahSatu.Com. Terimakasih.

Chat WhatsApp