Mendidik anak balita adalah tugas orang tua yang paling sulit. Pasalnya, usia balita merupakan masa di mana si kecil masih ingin bebas melakukan hal sesukanya. Dan tingkah laku anak ini tidak ada kaitannya dengan proses kelahiran anak secara normal, sungsang atau di cesar.

Cara yang ditempuh setiap orang tua pun berbeda-beda. Ada yang lebih sabar, tapi ada pula yang cenderung marah-marah atau bahkan melibatkan kekerasan seperti menjewer, memukul, atau membentak.
Salah memilih cara mendisiplinkan anak yang keliru malah bisa membuat anak semakin membangkang dan kabur dari tanggung jawab. Daripada menggunakan kekerasan yang membuang-buang energi, lebih baik menggunakan cara yang lebih halus, tapi fokus dan ampuh mendisiplinkan anak. Bagaimana cara mendidik anak balita dengan tepat?

Ajari anak balita disiplin sejak dini. Sumber Unsplash

Tips Mendidik Anak Balita

1. Konsisten

Dilansir dari WebMD, Claire Lerner, seorang spesialis perkembangan anak, menyatakan bahwa sejak usia 2 sampai 3 tahun anak-anak bekerja keras untuk memahami bagaimana perilaku mereka mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.

Lerner mengatakan bahwa pola asuh yang diterapkan secara rutin dan konsisten dapat membuat anak merasa lebih aman dan terlindungi. Anak menjadi tahu apa yang diharapkan oleh orangtuanya sehingga dapat bersikap lebih tenang saat diberikan perintah.

Sementara jika Anda tak konsisten, maka si kecil akan merasa bingung. Hal ini akan membuat sinyal anjuran dan larangan di otak anak bercampur sehingga anak tak tahu mana yang boleh dan tidak boleh. Maka tidak heran bila anak lambat laun menjadi tidak disiplin.

Lakukan berkali-kali, hingga si kecil mengerti dengan perintah yang Anda berikan. Si kecil akan menyerap perintah dan belajar melakukan hal yang sama setelah empat atau lima kali kejadian berulang.

2. Mengikuti Pola Pikir Anak

Cara mendidik anak sejak balita lainnya adalah dengan mengikuti pola pikir si kecil. Memang sangat mudah untuk merasa kesal saat si kecil membuat seisi rumah berantakan. Hari ini si kecil menggambar seluruh dinding rumah dengan krayon, lalu keesokannya menyebarkan mainan tanpa membereskannya lagi. Anda tentu pusing dibuatnya.

Namun ingat, pola pikir Anda tentu berbeda dengan pola pikir si kecil. Mungkin bagi Anda membereskan mainan adalah hal yang mudah dan dapat cepat diselesaikan, namun belum tentu untuk si kecil.

Jadi, cobalah untuk mengikuti pola pikir anak. Pada anak seusianya, hal-hal seperti itu memang menjadi kegiatan yang menyenangkan. Ingat pula bahwa Anda pun melakukan hal yang sama saat seusianya. Ini karena usia balita adalah masa ketika si kecil belajar dan mengenal apa yang ada di sekitarnya.

3. Menciptakan Lingkungan Yang Sesuai

Sekarang Anda sudah tahu bahwa si kecil sedang mengalami rasa penasaran yang tak ada habisnya dan ingin menjelajahi semua hal baru. Untuk mengawali mendidik anak, hindari berbagai godaan yang dapat membuyarkan konsentrasi anak. Menciptakan lingkungan yang kondusif dan sesuai dengan keadaan si kecil adalah cara mendidik anak yang tepat.

Menurut Rex Forehand, Heinz, dan Rowena Ansbacher, profesor psikologi di University of Vermont, orang tua perlu menciptakan suasana yang kondusif saat mendidik anak mereka. Bahkan saat si kecil mulai membangkang, orang tua tidak boleh menghukum anak tetapi justru memindahkan mereka ke aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatiannya.

4. Jangan Ragu Untuk Memberi “Hukuman” Pada Anak

Banyak orang tua yang tak tega jika harus memberikan hukuman pada anaknya. Sebenarnya, ini juga diperlukan untuk menunjukkan sikap tegas dalam mendidik anak. Semisal si kecil mencorat coret ruang tamu di rumah minimalis Anda. Karena bukan tempat berkreasi, maka si kecil perlu diberikan hukuman yang mendidik. Akan tetapi ingat, Anda juga harus mengukur hukuman yang diberikan pada si kecil, jangan terlalu memberatkan. Hal ini hanya dilakukan untuk membuat si kecil belajar disiplin.

Lakukan cara ini selama satu sampai dua menit, setidaknya sampai Anda selesai memberikan pemahaman pada si kecil. Jika sudah selesai, berikan tanda pada si kecil kalau dia sudah boleh pergi dari lokasi “hukuman” dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Dengan demikian, si kecil akan belajar bahwa tidak semua hal dapat dia lakukan begitu saja, terlebih jika itu merugikan orang lain. Si kecil tentu akan merasa tidak ingin kembali ke sudut ruangan dan menjalani hukuman lagi.

5. Bersikap Positif

Tenang, tidak ada orangtua yang sempurna. Tidak perlu membanding-bandingkan kedisiplinan anak Anda dengan anak lain seusianya. Sebab setiap anak memiliki masa perkembangan yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan. Lakukan saja hal-hal terbaik yang Anda mampu lakukan.

Tidak peduli seberapa stress Anda berusaha mendidik si kecil agar disiplin, tetaplah berpikir positif. Percayalah bahwa Anda mampu mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Mintalah bantuan pasangan atau dokter anak untuk mendapatkan saran terbaik dalam mendisiplinkan anak.

6. Bersikap Tenang

Hindari membentak atau memarahi si kecil saat dia tidak mau disiplin. Pasalnya, hal ini hanya akan membuat pesan positif yang Anda utarakan hilang begitu saja di benak si kecil. Ketika si kecil menangkap aura negatif dari amarah orang tua, dia hanya akan melihat bentuk emosinya dan tidak akan mendengar apa yang Anda katakan.

Usahakan untuk tetap bersikap tenang di depan si kecil. Tarik nafas dalam-dalam, hitung sampai tiga, dan tatap mata Anda dalam-dalam. Menegur dan bersikap tegas bukan berarti harus disertai dengan emosi.

Mendidik Anak Balita
Anak balita selalu ada rasa ingin tahu, cara mendidiknya harus sesuai dengan perkembangan otak anak. Sumber Unsplash

Demikianlah ulasan mengenai beberapa cara mendidik anak balita agar disiplin sejak kecil yang perlu Anda ketahui. Selama Anda konsisten dengan aturan yang Anda buat, niscaya si kecil akan belajar disiplin secara perlahan dengan hasil positif yang akan mengejutkan Anda. Jangan lupa membaca artikel lainnya tentang informasi seputar aqiqah di website resmi Aqiqah Satu penyedia layanan aqiqah Jakarta yang telah membuka cabang di kota lainnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.