Tata cara pelaksanaan aqiqah yang sesuai dengan syariat Islam yaitu sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad. Anda bisa mengetahui melalui hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para perawi hadits shahih. Lahirnya sang buah hati tentunya menjadi sebuah anugerah dan kebahagiaan bagi orang tua. Rasa syukur pun tak lupa dipanjatkan kepada Allah atas hadirnya sang buah hati dengan keadaan sehat.

Banyak sekali cara mengungkapkan rasa syukur kepada Allah. Dalam Islam mengungkan rasa syukur atas kehadiran sang buah hati biasanya disebut aqiqah. Ibadah aqiqah dilakukan dengan cara menyembelih binatang ternak lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

tatacara pelaksanaan aqiqah
Sembelihan kambing aqiqah harus dibagikan secara matang. Bisa dalam bentuk sate. Sumber IG @suprihatin_soeradi

Secara bahasa, aqiqah berarti memotong. Sedangkan menurut istilah, aqiqah merupakan proses pemotongan hewan sembelihan pada hari ke-7 setelah bayi dilahirkan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah. Hewan yang digunakan untuk aqiqah biasanya hewan ternak seperti kambing.

Tata Cara Aqiqah Menurut Islam

Aqiqah dapat dilakukan di hari ke-7, ke-14, atau ke-21 setelah kelahiran si bayi. Untuk anak laki-laki diharuskan memotong dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing. Bagi yang belum mengetahui tata cara dan informasi seputar aqiqah, berikut tata cara pelaksanaan aqiqah menurut Islam.

1. Waktu Pelaksanaan yang Dianjurkan

Rasulullah bersabda: “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

Menurut sabda tersebut maka para ulama telah sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ke-7 dari awal kelahirannya. Bahkan jika berhalangan, Anda tetap dapat melaksanakannya hingga hari ke-14 atau ke-21. 

Jika seorang muslim dalam kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, maka terlepaslah kewajiban melakukan aqiqah ini. Tidak akan berdosa seorang muslim jika meninggalkan ibadah ini, kecuali jika ia memang tidak mampu.

Bahkan pendapat yang mengatakan aqiqah bisa dilaksanakan saat hari ke-14 atau ke-21 pun masih rendah, yang jelas Rasulullah mengajurkan agar menyegerakan ibadah aqiqah saat hari ke-7 agar amalan segera diterima Allah.

2. Memilih Hewan Aqiqah

Dalam tata cara aqiqah menurut Islam, hewan yang menjadi syarat untuk aqiqah adalah hewan yang memiliki kriteria sama dengan hewan qurban. Sangat dianjurkan untuk memilih kambing aqiqah yang bersih sehat. Umur dari hewan ini minimal ½ tahun.

Pada umumnya hewan aqiqah yang digunakan adalah kambing atau domba. Tidak boleh mengaqiqahkan anak dengan menggunakan hewan seperti ayam, kelinci, atau burung. Aqiqah anak laki-laki dengan dua ekor kambing/domba dan perempuan satu ekor kambing/domba.

Mengenai jenis kelamin hewan (jantan atau betina), bahwa tidak disyariatkan dalam kambing aqiqah harus jantan atau betina. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Untuk anak laki-laki dua kambing, dan untuk anak perempuan satu kambing, dan tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina.” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)

3. Pembagian Daging Hewan Aqiqah

Dalam tata cara aqiqah menurut Islam, membagikan daging aqiqah berbeda halnya dengan qurban. Dalam aqiqah, Anda harus membagikan daging yang sudah disembelih tadi dalam kondisi sudah masak. banyak sekali masakan berbahan dasar daging kambing yang bisa dibuat.

Yang harus diperhatikan adalah jenis masakannya harus sesuai dengan selera masyarakat umum. Jangan sampai memasak terlalu pedas jika masyarakat kurang familiar dengan rasa pedas. Bisa menggunakan menu kuliner khas Yogyakarta seperti sate klathak yang rata-rata disukai banyak orang.

Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR al-Bayhaqi)

Dalam kondisi seperti ini, Anda dan keluarga disunnahkan pula untuk mengkonsumsi daging aqiqah. Sedangkan, daging sepertiganya, dihadiahkan kepada tetangga dan fakir miskin. Seperti tercantum dalam firman Allah berikut ini.

Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang.” (QS al-Insan : 8)

Penulis Kifayatul Akhyar –Taqiyuddin Abu Bakr rahimahullah– menjelaskan:

Hendaklah hasil sembelihan hewan aqiqah tidak disedekahkan mentahan, namun dalam keadaan sudah dimasak. Inilah yang lebih tepat. Lebih baik lagi jika dihidangkan dengan bumbu manis menurut pendapat yang lebih tepat.” (Kifayatul Akhyar, hal. 706)

4. Pemberian Nama Anak

Dalam tata cara aqiqah menurut Islam saat menyelenggarakan aqiqah, Anda disunnahkan pula untuk melakukan cukur rambut dan memberikan nama baik kepada anak yang baru lahir. Memberikan nama baik kepada anak akan mencerminkan bagaimana akhlak dan imannya nanti kepada Allah.

5. Mencukur Rambut

Rasulullah juga sangat menganjurkan agar melakukan cukur rambut anak yang baru lahir pada hari ke-7 nya. Dalam tata cara aqiqah menurut Islam tidak ada hadits yang menjelaskan bahwa harus mencukur rambut anak atau tidak, yang jelas pencukuran ini harus dilakukan secara merata.

Hikmah Menjalankan Aqiqah

Terdapat beberapa hikmah atau keutamaan dari proses pelaksanaan aqiqah, di antaranya yaitu:

  1. Mewujudkan rasa syukur kepada Allah atas karunia lahirnya seorang anak sebagai penerus dalam keluarganya serta meneladani dan mengikuti sunnah Rasulullah.
  2. Sebagai momen untuk berbagi kepada sesama dan mempererat tali persaudaraan.
  3. Sebagai bentuk rasa gembira dan membagikan kebahagiaan tersebut kepada orang lain.

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aqiqah adalah ibadah yang sangat dianjurkan selain harus merawat bayi yang baru lahir. Waktu utama pelaksanaan aqiqah yaitu hari ketujuh setelah kelahiran bayi, sebagian ulama memperbolehkan untuk pelaksanaannya pada hari ke-14 (dua minggu setelah kelahiran bayi). Bila di hari ke-14 masih belum bisa juga, maka pelaksanaannya bisa di hari ke-21.

Tataccara pelaksanaan aqiqah
Potong rambut saat aqiqah. Sumber Flickr

Hewan aqiqah menggunakan dua ekor kambing/domba untuk anak laki-laki, sedangkan anak perempuan menggunakan satu ekor saja. Hal tersebut senada dengan hukum waris, dimana anak laki-laki berhak mewarisi harta orang tuanya dua bagian, sedangkan anak perempuan satu bagian.

Demikianlah ulasan mengenai tata cara pelaksanaan aqiqah menurut syariat Islam yang perlu Anda ketahui. Percayakan penyelenggaraan aqiqah anda kepada jasa layanan aqiqah Jakarta Aqiqah Satu bagi anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Chat WhatsApp