Fenomena Janin Menghilang, Ini Penjelasannya!

Di dalam masyarakat sering terdengar fenomena janin menghilang. Hal tersebut tentu saja sangat mengagetkan banyak orang. Para orang tua jaman dahulu biasanya mengaitkan hal ini dengan peristiwa mistis. Namun secara ilmu kedokteran ada beberapa penyebab yang memungkinkan janin bisa menghilang dari dalam perut.

Penjelasan Mengenai Fenomena Janin Menghilang

Fenomena janin menghilang ini sebagian besar terjadi karena memang ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan secara rutin. Sehingga ia tidak mengetahui dengan pasti perkembangan janinnya meskipun muncul gejala kehamilan pada umumnya. Karena itulah pemeriksaan rutin dengan USG penting dilakukan. Di bawah ini ada beberapa penjelasan mengenai penyebab terjadinya fenomena janin menghilang pada ibu hamil.

1. Pseudocyesis atau Kehamilan Semu

Kelainan ini merupakan kelainan psikologis yang menjadikan seorang wanita memiliki keinginan kuat untuk hamil. Sehingga ia merasa sedang hamil padahal tidak hamil sama sekali. Hal seperti ini biasa terjadi pada wanita yang pernah keguguran dan tidak kunjung hamil, wanita menjelang menopouse, wanita yang melakukan infertilisasi, wanita yang mendapatkan tuntutan dari keluarga agar segera hamil dan sebagainya. Intinya terjadi pada wanita yang sangat ingin hamil.

Penderita kelainan seperti ini akan merasakan tanda dan gejala kehamilan umum seperti mual dan muntah, payudara mengeras, juga sensasi gerakan janin dan perut membuncit yang sebetulnya merupakan penumpukan gas, lemak hingga kotoran tubuh. Hal ini disebabkan karena sinyal impuls disalahartikan otak dengan melepas hormon seperti dihasilkan dalam kehamilan seperti hormon oksitosin, estrogen, progesteron, dan prolaktin.

Bahkan ada pula yang menunjukkan tes kehamilan positif dan air susu keluar, tetapi tidak terbukti hamil ketika diperiksa lebih lanjut. Karena hal inilah masyarakat awam biasanya menganggap hal ini sebagai fenomena janin menghilang karena di culik oleh makhluk halus.

2. Mola Hidatidos atau Hamil Anggur

Hamir anggur menampakkan gejala seperti kehamilan normal. Namun akan terjadi kegagalan seperti keguguran pada perjalanannya. Karena itulah kehamilan anggur sulit dideteksi. Namun sebenarnya gejala kehamilan anggur bisa di lihat ketika pada saat kehamilan minggu ke enam sampai ke duabelas terjadi tanda bahaya dalam kehamilan yaitu nyeri yang luar biasa dan terdapat cairan dan darah yang keluar dari vagina.

Hamil anggur terjadi karena adanya pebuahan yang tidak nomal dari sel telur. Ketidaknormalan ini disebabkan karena ketidak seimbangan kromosom di dalam tubuh. Sel telur yang telah dibuahi namun tidak berproses secara normal ini berkembang dan membentuk semacam tumor yang tumbuh. Pertumbuhannya seperti gelembung putih berisi cairan menyerupai anggur. Karena itulah kelainan seperti ini dinamakan hamil anggur.

Pada hamil anggur yang sel telurnya tidak mengandung kromosom tidak akan membentuk janin. Sedangkan pada hamil anggur parsial, sperma yang terlalu banyak membawa kromosom bisa membuat embrio tetap tumbuh tapi tidak bertahan lama dan terjadi kematian janin, atau terus tumbuh menyebabkan bayi cacat lahir.

3. Blighted Ovum atau Kehamilan Kosong

Hamil kosong banyak terjadi saat hamil muda dengan gejala dan tanda kehamilan seperti halnya kehamilan normal, meskipun sebagian besar kelainan ini baru diketahui ketika usia kehamilan menginjak 6 bulan. Kehamilan yang juga disebut kehamilan anembrionik menunjukkan kondisi ketika kantung ketuban dan plasenta terus berkembang karena terjadi pembuahan di dalam rahim, tetapi di dalamnya tidak ada embrio yang berkembang.

Penyebab Blighted Ovum bisa karena virus TORCH, kelainan kromosom, juga kualitas sperma dan ovum yang rendah. Karena itulah menjaga kesehatan ibu hamil dari segala macam serangan penyakit sangat diperlukan.

Fenomena Janin Menghilang
Seorang ibu pasti menginginkan kehamilan dan kelahiran yang normal. Sumber Unsplash

4. Missed Miscarriage atau Keguguran Yang Terlewat

Keguguran seperti ini lazim terjadi di tiga bulan pertama kehamilan dan ibu hamil sama sekali tidak menyadari bahwa janin telah mati. Hal ini terjadi karena ibu hamil tidak mengalami tanda-tanda keguguran seperti keram perut atau pendarahan. Karena tidak ada tanda seperti itulah

Tubuh tetap mengalami gejala kehamilan normal yang gejala tersebut baru berhenti ketika hormon kehamilan akhirnya berkurang dan saat itulah ibu hamil baru menyadari bahwa janinnya telah mati. Sebagian besar kasus ini terjadi pada ibu hamil yang akan melahirkan pertama kali. Namun tidak tertutup kemungkinan berulang pada satu orang yang sama.

Itulah ulasan mengenai fenomaena janin menghilang yang terjadi pada ibu hamil. Semoga artikel ini memberikan pengetahuan kehamilan untuk anda yang membacanya. Jangan lupa membaca artikel lainnya di website AqiqahSatu, salah satu penyedia jasa aqiqah Jakarta dan sekitarnya yang telah berpengalaman. Terima kasih.

Leave a Comment